Langsung ke konten utama

Welcome back!

Assalamualaikum..
Anybody here..?

Oh, Okaay..
Blog ini entah telah berapa abad kubiarkan telantar, terdampar di lautan lepas,
tanpa nahkoda, tanpa kompas, tanpa mercusuar *oposeeehh* --___--

And now, I'm baaaacccckkkk..!!!!
Fiuuhhh..
Mengingat perjuangan utk kembali ke blog ini cukup Berat!
Memang tidak ada yg mudah di dunia ini.
Bahkan utk sekedar kembali ke blog sendiri.
Karena eh karenaa,,
SAYA LUPA PASSWORD
Naaahh,, hebaat kaann..??! Ketika akhirnya saya bisa kembali kesini.
Uhmm okaayy sepeetinya sedikit berlebihan,
Tapi tak apalah.
Belum ada UU Per-Lebay-an. Jadi masih bebas.

Well, saya akan kembali memfungsikan blog ini,
karena saya merasa facebook dan twitter suda terlalu overload,
Sehingga mereka tak bisa utk menampung curahan hati saya yg meledak-ledak
*padahal yo gak*

Okay mungkin cukup sekian sambutan dari saya.
Kurang lebihnya saya mohon maaf.
Wassalam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mein Traumhaus

Ich habe ein Traumhaus. Mein Traumhaus is in der Stadt, in London. Es hat ein Wohnzimmer, vier Schlafzimmer, ein Esszimmer, zwei Badezimmer, eine Küche, einen Leseraum, eine Garage, und viele Fenster. Im Esszimmer stehen fünf Stühle, ein Tisch, und ein Teppich. Das Wohnzimmer hat zwei Sofas, zwei Sessels, einen Tisch, zwei Zimmerpflanzen, einen Kamin, und einen Fernseher. Die Küche ist ziemlich klein aber das ist schön und sauber. Der Leseraum ist mein Lieblingsplatz in das Haus. Da stehen ein Sofa mit viele Kissen, ein Tisch, ein Teppich, eine Holzleiter, zwei Stehlampen, und natürlich, ein groß Bücherregal mit viele Bücher. In das Bücherregal gibt es Romane, Enzyklopädie, Wörterbücher, Geschichtsbücher, Landkarten, und die anderen. Der Leseraum ist breit, ruhig, sehr angenehm und hell! Das haus hat auch ein Schwimmbad und einen Garten. Ich kann es spielen mit meine Familie. Dieses Haus ist nicht billig, aber das ist normal. Mein Traumhaus ist sehr schön...

The Unspoken First Love...

"eh, lu kudu tanggung jawab..." 'ha? tanggung jawab kenapa?' "tanggung jawab, kita jadi deket kamu yg mulai." 'lho kenapa jadi aku?' "lah yg minta nomer kan kamu. keterusan gini, kalo aku jadi naksir yoopo terus?" 'lha kok iso.. ya ga mungkinlaah' "gatau, kan aku bilang 'kalau'. bisa aja dong," 'yaelah mas gak kiro lah ada2 aja kamu' "misalnya deh sekarang ini aku udah kadung naksir, kamu mau apa?" 'aduh ngga bakalan lah itu.. apaan deh,' "kalo sampe beneran gimana? menurut kamu sekarang," '.....' "kayaknya aku naksir kamu. tanggung jawab -.-' "

Paramedis Kriminal?

Hari ini, 27 November 2013, lagi panas nan hot-hot nya isu tentang 'Kriminalisasi Dokter'. Ini bikin saya makin gagal paham sama hukum di Indonesia. Like.. seriously, people? Dunia medis dan kesehatan itu sesuatu yang ngga bisa dengan mudah dipahami semua orang, termasuk juga mereka-mereka yang bilang udah 'expert' di bidang hukum dan sebagainya. Calon-calon paramedis, spt Dokter dan Perawat, butuh 5-6 tahun (4 tahun praklinik, 1 dan 2 tahun klinik) untuk belajar dan dinyatakan qualified untuk MENOLONG ORANG. Para Jaksa Yang Terhormat itu menggunakan pasal-pasal KUHAP PEMBUNUHAN untuk menjerat paramedis yang terlibat masalah; gagal menolong pasien. Dengan mudahnya bilang... Malpraktik.